BAUBAU 2 Oktober 2025 – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80 yang akan diperingati pada 5 Oktober mendatang, Komando Distrik Militer (Kodim) Kota Baubau menggelar aksi sosial kemanusiaan berupa Donor Darah Bersama pada hari ini.
Kegiatan yang bertempat di Markas Kodim Kota Baubau ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, Kepolisian (POLISI) Kota Baubau, dan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Kota Baubau serta Dinas Kesehatan Kota Baubau. Sejak dimulai pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore, antusiasme peserta sangat tinggi, menunjukkan kepedulian jajaran aparat terhadap isu kesehatan dan kemanusiaan.
"Aksi donor darah ini adalah wujud nyata TNI-POLRI Peduli yang sejalan dengan semangat HUT TNI. Darah yang terkumpul adalah bekal penting untuk menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar salah satu perwakilan Kodim Baubau.
Berkat semangat pengabdian dari seluruh peserta, aksi ini berhasil mengumpulkan total 59 kantung darah. Sumbangan ini menambah stok darah yang dikelola oleh UTD RSUD Kota Baubau untuk melayani kebutuhan darah di Kota Baubau dan wilayah sekitarnya.
Ajak Masyarakat Mendukung Layanan UTD RSUD Baubau
Keberhasilan kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi UTD RSUD Kota Baubau untuk mengimbau seluruh lapisan masyarakat.
Mengingat RSUD Kota Baubau telah memiliki fasilitas Unit Transfusi Darah (UTD) sendiri, masyarakat Kota Baubau diimbau untuk tidak ragu datang dan rutin mendonorkan darahnya langsung ke UTD RSUD. Keberadaan UTD di rumah sakit merupakan jaminan layanan cepat dan ketersediaan darah yang lebih terpusat untuk pasien.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Baubau yang sehat dan memenuhi syarat, mari bergotong royong. Satu tetes darah Anda sangat berharga dan dapat menjadi pahlawan bagi mereka yang sedang berjuang di rumah sakit. Jangan tunda lagi, silakan datang dan donor darah di UTD RSUD Kota Baubau.
Dengan dukungan rutin dari masyarakat, ketersediaan stok darah di Kota Baubau diharapkan selalu aman, sehingga tidak ada lagi pasien yang kesulitan mendapatkan transfusi darah saat kondisi darurat.